Sistem Fire Alarm Full Addressable dan Konvensional

Pada artikel kali ini egsean.com akan membahas bagaimana sistem kerja fire alarm full addressable dan konvensional. Seperti yang kita tahu bahwa fungsi sistem fire alarm adalah sebagai sistem keamana. Yang berfungsi untuk mencegah terjadinya kebakaran pada gedung seperti hotel, perkantoran, mall, dan sejenisnya. Sistem fire alarm memiliki beberapa jenis. Diantaranya yaitu sistem fire alarm konvensional, sistem fire alarm full addressable dan juga semi addressable. Namun apa saja perbedaan dari masing-masing sistem fire alarm tersebut ? Mari kita bahas !

Sistem Fire Alarm Full Addressable

1. Sistem Fire Alarm Konvensional

Sistem fire alarm konvensional adalah sistem alarm kebakaran yang biasa digunakan pada gedung-gedung kecil. Yang memiliki wilayah blok yang lebih simple dibandingkan dengan gedung-gedung besar. Hal ini disebabkan karena rangkaian instalasi pada alarm kebakaran konvensional ini lebih simple ketimbang dengan sistem adressable.

Fire alarm konvensional memanfaatkan hubungan paralel antara detector dengan detector lainnya pada setiap zona yang dihubungkan pada satu panel control. Pada masing-masing zona terdapat titik awal dan titik akhir, pada titik awal terdapat beberapa jenis detektor dan MCP kemudian pada titik akhir ini terpasang End of Line atau disingkat EOL. EOL merupakan sebuah resistor yang dipasang pada akhir loop pada masing-masing zona. Perbedaan sistem fire alarm konvensional dari sistem fire alarm adressable adalah pada sistem konvensional hanya dapat mendeteksi satu sinyal bahaya pada setiap zona sehingga tanda bahaya kebakaran yang di terima bukan berasal dari setiap detector.

Pada sistem fire alarm konvensional ini terdapat tiga tipe instalasi yaitu :

  • 2 wire type : Pada tipe ini hubungan antar detektor satu dengan yang lainnya sambungkan secara paralel, dengan syarat tidak boleh bercabang.
  • 3 wire type : Tipe ini digunakan apabila setiap detector disetting untuk mempunyai output masing-masing, seperti output berupa lampu indikator dan lain-lain.
  • 4 wire type : Tipe ini digunakan untuk kebanyakan smoke detektor 12v, hal ini bertujuan agar fire alarm dapat dihubungkan dengan panel alarm rumah. Pada tipe ini juga dapat digabungkan dengan peralatan lain.

Pada sistem alarm kebakaran konvensional, masing-masing dari setiap detector hanya berupa kontak listrik biasa dan tidak memiliki kemampuan untuk mengirimkan address atau ID yang khusus. Pada sistem konvensional ini hanya dapat menginformasikan tempat terjadinya bahaya kebakaran melalui zone atau loop tanpa bisa memastikan detektor mana yang mendeteksi adanya kebakaran. Hal ini terjadi karena 1 loop ataupun zone bisa terdiri atas 5 atau bahkan 10 detektor.

2. Sistem Fire Alarm Full Addressable

Sistem fire alarm addressable banyak digunakan untuk instalasi fire alarm pada tempat komersial yaitu untuk gedung-gedung bertingkat seperti hotel, perkantoran, mall dan lain-lain. Pada sistem alarm kebakaran ini setiap detector mempunyai address masing-masing untuk menyatakan identitas dari setiap detector secara cepat dan tepat. Maka dari itu apabila terjadinya kebakaran, sistem kontrol pada panel dapat menginformasikan dengan pasti alamat atau titik terjadinya kebakaran yang terbaca oleh setiap detector. Sehingga dengan adanya sistem fire alarm ini, proses evakuasi bisa dilakukan dengan cepat. Karena petugas keamanan sudah mengetahui lokasi tempat terjadinya kebakaran.

System Fire Alarm Full Addressable System Fire Alarm

3. Sistem Fire Alarm Semi Addressable

Sistem fire alarm semi addressable adalah sistem alarm kebakaran yang lebih bagus dari pada sistem konvensional. Sistem semi addressable merupakan pengembangan dari sistem konvensional karena pada sistem semi addressable terdapat penambahan control module. Control module ini dihubungkan dengan sistem konvensional dengan cara menghubungkannya pada zona yang mempunyai detektor-detektor. Masing-masing zona memiliki sebuah address sendiri.

Jadi apabila detektor-detektor yang ada pada masing-masing zona mendeteksi adanya sinyal tanda bahaya maka akan terdapat indikator pada panel control mengenai zona alamat terjadinya kebakaran. Sehingga penanganan lebih lanjut dapat dilakukan pada lokasi terjadinya bahaya kebakaran tersebut.

Sekian artikel mengenai perbedaan dari sistem fire alarm full addressable, semi addressable, dan konvensional, semoga bermanfaat.


About

Saya adalah seorang engineer sekaligus blogger yang mengisi waktu luang untuk berbagi informasi yang saya ketahui seperti halnya dalam informasi mengenai instalasi-instalasi pada gedung seperti instalasi listrik, AC dan sebagainya. Semoga bermanfaat.

View all posts by

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.