Pengolahan Limbah STP pada Hotel

Kepanjangan STP adalah Sewage Treatment Plant, atau bisa juga disebut dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sistem STP umumnya digunakan pada gedung, seperti hotel, apartement, rumah sakit. Mengingat manfaatnya yang berfungsi untuk mengolah air limbah cair (air kotor) yang diolah menjadi air yang layak pakai (air ramah lingkungan). Air hasil dari pengolahan limbah STP ini umumnya hanya digunakan kembali untuk non konsumsi, sehingga hanya dipakai untuk aktivitas atau operasional lainnya seperti untuk menyiram tanaman dan berbagai penggunaan sekunder lainnya. Namun ada juga beberapa tempat, air yang diolah dari STP ini, di manfaatkan kembali untuk flushing toilet bowl. Berikut adalah proses kerja STP pada gedung, seperti hotel dan gedung lainnya.

Pengolahan Limbah STP pada Hotel

Pengelolaan STP (Sewage Treatment Plant) pada Hotel

Dengan adanya sistem STP pada hotel, selain dapat mengatasi persoalan pembuangan air limbah cair, kita juga dapat menghemat biaya air bersih yang semakin mahal dan meminimalisir degradasi lingkungan. Pengolahan limbah pada hotel melalui proses recycling ini dapat dilakukan dengan berbagai cara pengolahan, di antaranya yaitu dengan cara rotor disk ataupun dengan sistem extended aeration, dan ada lebih banyak lagi metode yang dipakai untuk pengolahan STP. Berikut adalah penjelasan singkat pengolahan limbah STP dengan cara rotor disk dan extended aeration :

  • Rotor Disk

Rotor disk merupakan sebuah sistem dimana pemberian oksigen bagi bakteri dengan cara membiakkan bakteri yang menempel pada disk. Yang bertujuan agar terjadi kontak antara bakteri dengan oksigen, sehingga pada saat bakteri ada di dalam cairan, mereka akan memakan kotoran yang berada pada cairan tersebut.

  • Extended Aeration

Extended aeration merupakan sistem yang menggunakan proses pemberian oksigen yang dilakukan dengan cara menyemburkan oksigen pada air limbah dengan menggunakan media blower.

Pengolahan Limbah STP dengan Sistem Extended Aeration

Pengolahan limbah STP dengan sistem Extended Aeration ini adalah metode pengolahan limbah secara biologi, cara kerja STP dari sistem ini adalah dengan menciptakan suatu kondisi, untuk mengembang biakkan bakteri-bakteri yang terkandung di dalam air limbah tersebut menjadi lebih baik, dan melakukan proses dekomposisi atau proses penguraian zat – zat pencemar dengan cara yang optimal.

Proses atau Tahap-tahap Pengolahan Limbah STP :
1. Bak Pengumpul Awal (Influent Chamber)

Tahap awal pengolahan limbah adalah air limbah cair masuk pada bak pengumpul awal. Bak pengumpul awal (Influent Chamber) ini berfungsi untuk menampung / mengumpulkan air limbah dari masing-masing gedung sebelum masuk pada proses brikutnya. Pada bak pengumpul awal ini terdapat berapa proses yaitu :

a. Penyaringan (Screen Chamber)

Saringan (screen) ini berfungsi sebagai penyaring sampah-sampah yang masuk pada bak. Sampah-sampah yang masuk ini adalah berupa padatan kasar seperti tissue, plastik, kertas, kain, pembalut ataupun tumpukan lemak (grease) yang berasal dari air limbah pada toilet ataupun kitchen pada gedung. Penyaringan ini juga dilakukan untuk menghindari tersumbatnya pompa dan peralatan lainnya.

b. Communitor

Pada tank ini juga di tambahkan proses communitor. Communitor berfungsi untuk memotong-motong atau memperkecil sampah organic, dan lengkap dengan diffuser yang berfungsi untuk menghancurkan tinja (feces) yang terbawa pada air limbah. Sehingga dapat memudahkan pengolahan limbah, dan menghilangkan kendala dalam pembuangan limbah yang masih kasar.

c. Grit Removal

Grit removal merupakan alat yang berfungsi untuk menghilangkan tanah kasar, pasir dan partikel halus mineral dari air limbah. Hal ini bertujuan agar material tersebut tidak mengendap dalam saluran pipa dan juga untuk melindungi pompa dan mesin dari abrasi.

2. Equalization Tank

Bak selanjutnya adalah equalization tank. Equalization tank adalah bak yang digunakan untuk menyama-ratakan (homogenisasi) aliran air serta kualitas air limbah. Pada bak ini juga terdapat suplai udara yang berasal dari air blower, yang berfungsi untuk pengaduk yang ditransfer menggunakan diffuser dengan tipe air seal diffuser. Maka dari itu proses ini diperlukan agar homogenisasi dapat tercapai dengan baik dan juga menyediakan aliran limbah yang memenuhi kebutuhan pengolahan biologi, dan meminimasi kebutuhan bahan kimia untuk netralisasi. Setelah proses tersebut kemudian akan di alirkan oleh Equalizing pump yang bekerja secara automatic berdasarkan pelampung (flow switch).

3. Aeration Tank

Lanjut pada tahap aeration tank, pada aeration tank terjadi penguraian zat-zat organic. Pada aeration tank ini, dilengkapi dengan alat-alat yang berfungsi untuk melakukan aerasi. Air limbah tersebut di hembuskan oleh udara dengan memanfaatkan air blower, sehingga menyebabkan mikroorganisme “aerob” yang terdapat pada air limbah, akan menguraikan zat organic. Energi yang didapat dari hasil penguraian tadi kemudian di pergunakan oleh mikro organisme untuk proses pertumbuhannya. Sehingga biomassa akan tumbuh dan berkembang dalam jumlah besar, yang kemudian menguraikan senyawa polutan yang ada dalam air limbah. Selain itu, pada aeration tank juga dilengkapi dengan diffuser (air seal diffuser), yang berfungsi untuk membuat gelembung-gelembung udara agar proses penyerapan oksigen oleh mikro organisme dapat berjalan lebih optimal.

4. Sedimentation Tank

Sedimentation Tank adalah unit yang berfungsi untuk pengendapan partikel – partikel floc ( activated sludge / lumpur aktif ). Sehingga akan terjadi pemisahan antara air yang lebih jernih dengan endapannya yang berupa pasir dan partikel-partikel lainnya. Sedangkan air limbah yang telah diolah, yang merupakan air yang lebih jernih kemudian mengalir secara gravitasi melalui gutter masuk kedalam chlorin tank dan sebagian lagi masuk kedalam buffer tank yang selanjutnya masuk kedalam proses recycle.

5. Chlorination Tank

Chlorination tank merupakan bak yang berfungsi untuk menampung air olahan yang berasal dari proses pengendapan, yang kemudian pada proses ini dilakukan penginjeksian chlorine terlebih dulu untuk membunuh bakteri – bakteri pathogen yang ada, kemudian akan mengalir secara gravitasi ke dalam bak effluent tank.

6. Effluent Tank

Effluent tank adalah bak proses akhir, sebelum nantinya di proses lagi oleh filter pada sistem water recycling. Selain itu sebagian air yang ada pada bak ini akan dibuang pada saluran pembuangan.

7. Sludge Tank

Sludge tank merupakan bak penampung lumpur sementara, yang nantinya akan di buang oleh mobil tinja. Untuk dapat mencegah terjadinya kondisi septic, maka dari itu dipergunakan udara untuk mengaduk, sehingga kondisi aerob dapat tetap terjaga. Apabila bak ini sudah hampir penuh, maka harus dibuang dengan menggunakan mobil tinja.

8. Blower Room

Blower room merupakan ruang kontrol sistem STP, dimana blower control panel dan pompa dossing serta tanki kimia berada pada tempat ini. Setiap harinya operator STP akan masuk ke dalam ruangan ini untuk mengecek sistem dan membuat larutan desinfektan.

Water Recycling Plant

Water Recycling Plant adalah sistem yang digunakan untuk mengolah air hasil dari STP diatas. Sebenarnya filter yang digunakan sama saja dengan pengolahan air bersih pada WTP (Water Treatment Plant), tetapi filter yang digunakan biasanya lebih sedikit. Berikut bagian-bagian yang di gunakan untuk pengolahan air dari water recycling plant ini terdiri dari Filter Pump, Sand Filter dan Carbon Filter plus Chlorinator.

Berikut adalah penjelasan dari masing-masing bagian :

1. Filter Pump

Filter Pump ini merupakan pompa yang berfungsi untuk memompa air dari Effluent Tank STP menuju Sand Filter dan Carbon Filter. Pompa bekerja secara automatis berdasarkan Water Level Control dan Pressure switch.

2. Sand Filter

Fungsi dari sand filter adalah berfungsi untuk menyaring padatan atau mengurangi kekeruhan (turbidity) yang ada di dalam air. Media yang digunakan pada sand filter ini adalah Silica Sand (pasir silika) dan Gravel sebagai support.

3. Carbon Filter

Carbon filter adalah filter ya untuk menghilangkan bau, warna dan zat organik yang larut dalam air. Carbon aktif sebagai media filter bekerja dengan menyerap / adsorbsi material organik yang larut dalam air.

4. Clear Water Tank

Proses akhir dari pengolahan air yang telah melalui proses filtrasi sand filter dan carbon filter ini kemudian di tampung pada clear water tank. Sehingga air yang telah diolah ini, pada akhirnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan sekunder lainnya, seperti halnya untuk menyiram tanaman dan lain-lain.

Sekian artikel mengenai pengolahan limbah STP pada hotel. Semoga bermanfaat…

4 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!