Rangkaian Kontrol Pompa Air Kotor

Pada artikel kali ini akan membahas tentang rangkaian kontrol pompa air kotor dengan menggunakan dua buah pompa celub atau pompa yang sering disebut dengan pompa submersible. Beserta membahas tentang komponen-komponen apa saja yang digunakan untuk merakit panel kontrol pompa air.

Pompa air celup (pompa submersible) ini merupakan pompa yang menggunakan sistem operasi sentrifugal. Yang dimana energi kinetik dari air diubah menjadi energi potensial yang bergerak kepermukaan melalui impeller yang bergerak memutar di dalam casing pompa. Sehingga air kotor dapat terdorong keluar oleh putaran tersebut. Pompa air ini biasa di gunakan pada hotel ataupun pabrik. Yang dimana pompa ini di fungsikan untuk menguras atau membuang air kotor dari limbah hotel.

Pompa Submersible

Gambar 1. Pompa Celub (Pompa Submersible)

Adapun gambar dari rangkaian kontrol pompa ini adalah sebagai berikut :

Rangkaian Kontrol Pompa Air KotorGambar 2. Rangkaian Control Pompa Air

Komponen-Komponen Perakitan Panel Rangkaian Kontrol Pompa Air Kotor :

Panel Control Pompa Sampit

Gambar 3. Panel Rangkaian Control Pompa Air

A. RCP ( Pengaman Phase)

MCB, RCP, Overload, Kontaktor


Gambar 3. MCB, RCP, Overload, Kontaktor

RCP merupakan relay kontrol phasa yang berfungsi untuk memonitoring tegangan listrik jatuh dan juga mengamankan instalasi listrik akibat hilangnya salah satu fasa, kesalahan urutan phasa serta ketidak seimbangan beban yang terlalu di antara ketiga fasa. RCP sangat penting untuk proteksi kerja pompa.

B. Overload Pompa

Komponen overload dalam sistem kontrol pompa air berfungsi untuk mengatur suplai daya listrik untuk unit mesin. Selain itu overload pada panel kontrol pompa air juga berguna untuk menyesuaikan pengaturan arus listrik pada batas yang aman. Sehingga apabila pompa mulai panas pada bagian motor, yang mengakibatkan daya listrik semakin meningkat maka overload bisa segera memutuskan arus untuk mencegah terjadinya konsleting.

C. Kontaktor

Kontaktor pada panel control pompa adalah komponen yang berfungsi sebagai saklar magnetic yang bekerja apabila ada arus listrik yang mengalir ke dalam lilitan atau gulungan relay magnetik. Kontaktor juga memiliki terminal listrik NC (Nomally Close) dan NO (Nomally Open). Pada kutub NC, apabila arus pada terminal input listrik dialiri listrik, maka terminal tersebut akan selalu terbuka / dalam keadaan open. Sedangkan pada kutub NO, apabila arus pada terminal input listrik dialiri listrik, maka terminal tersebut akan selalu terhubung. Pada rangkaian kontrol pompa ini, kontaktor sangat berguna sebagai proteksi.

D. MCB

Miniature Circuit Breaker (MCB) adalah komponen listrik yang berfungsi untuk pengaman dan pembatas arus.

E. WLC

WLC Pompa Submersible

Gambar 5. Water Level Control Pompa Air

Water Level Control atau yang dapat disingkat dengan sebutan WLC ini merupakan komponen yang berfungsi untuk mengidentifikasi level air di dalam penampungan air. Fungsi utama dari WLC dalam panel kontrol pompa submersible adalah untuk mengontrol kinerja pompa. Dengan menggunakan WLC apabila level air dalam penampung tinggi, maka pompa akan bekerja dan apabila level air di kolam penampung sudah rendah atau mulai habis maka pompa akan berhenti. Sedangkan apabila level air di kategorikan sangat tinggi maka ke 2 pompa akan bekerja.

F. Lampu Indikator

Lampu indikator pada rangkaian kontrol pompa air berfungsi untuk memberitahu kondisi dari rangkaian kontrol, apakah berfungsi dengan benar atau tidak. Selain itu, fungsi dari lampu indikator juga berguna untuk memberi tanda apabila terjadi sesuatu pada pompa.

Ada 3 warna lampu yang sering di gunakan pada panel listrik / panel pompa yaitu :

1. Lampu warna hijau : Start (Menghidupkan Pompa)

2. Lampu warna merah : Stop (Mematikan Pompa)

3. Lampu warna Kuning : Trip

G. Selector Switch

Selector Switch adalah saklar yang dapat dioperasikan dengan cara digerakan oleh tuas putar yang berguna untuk memilih salah satu posisi dari beberapa posisi yang di sediakan. Pada panel rangkaian kontol pompa, selector switch/rotary switch yang digunakan adalah selector switch voltmeter yang berguna untuk mengukur tegangan fasa yang terhubung dengan voltmeter. Ada juga selector switch manual-off-auto (M-O-A) yang digunakan untuk tiga posisi yaitu posisi manual, off dan automatis.

H. Busbar

Busbar adalah komponen yang terbuat dari tembaga yang berfungsi sebagai penghantar listik.

I. Push Button

Push Button adalah tombol yang berfungsi sebagai sebagai media untuk memasukan perintah. Ada 2 buah jenis push button pada panel rangkaian kontrol pompa ini yaitu :

    1. Push Button On (Run)

Push Button On ini berwarna hijau dengan sistem kerja NO (Normally Open).

    2. Push Button Off (Stop)

Push Botton Off ini berwarna merah dengan sistem NC (Nomally Close).

J. Ampere Meter

Ampermeter adalah komponen alat ukur arus listrik. Ampere meter ini di pasang pada bagian luar pintu panel agar mudah di lihat.

K. Volt Meter

Alat ukur selanjutnya yang di pasang pada panel adalah volt meter. Volt meter merupakan komponen yang berfungsi sebagai alat untuk mengukur besar tegangan listrik.

I. Box Panel Listrik

Box panel listrik berfungsi sebagai tempat pemasangan komponen-komponen kontrol, dan melindungi bagian-bagai dari komponen yang terpasang. Pada bagian pintu dari box panel, digunakan untuk pemasangan alat ukur seperti ampere meter, volt meter, lampu indikator dll.

Sekian artikel yang berjudul Rangkaian Kontrol Pompa Air Kotor, semoga dapat membatu dan bermanfaat bagi yang membutuhkan.

 

 

 

 

 

 


About

Saya adalah seorang engineer sekaligus blogger yang mengisi waktu luang untuk berbagi informasi yang saya ketahui seperti halnya dalam informasi mengenai instalasi-instalasi pada gedung seperti instalasi listrik, AC dan sebagainya. Semoga bermanfaat.

View all posts by