Prinsip Kerja PLC

Diposting pada

Prinsip kerja PLC atau Programmable Logic Controller jika dianalogikan sebagai manusia, maka PLC adalah sama seperti fungsi otak manusia untuk mengendalikan tubuhnya. PLC dapat dianalogikan sebagai otak, sedangkan pneumatik, hidrolik atau elemen elektromekanik lain dianalogikan sebagai otot. Dapat diperhatikan pada sebuah kegiatan menggeser sebuah kotak dari satu posisi ke posisi lain.

Pertama, perlu diketahui lokasi kotak yang diinginkan dan kapan ingin memindahkannya. Hal ini merupakan “program”, yaitu spesifikasi tentang kegiatan yang diinginkan. Selanjutnya, orang tersebut perlu mengetahui lokasi awal kotak. Tentunya dia akan menggunakan mata untuk melakukannya. Dapat juga menggunakan tangan jika kondisinya gelap.

Pesan-pesan dari indera kita tersebut disebut dengan “input”, yang merupakan masukan bagi otak (PLC). Otak kemudian melakukan pengendalian dengan program yang ada, mengintruksikan tangan untuk mencapai dan memegang kotak, dan berlutut untuk berusaha mengangkatnya. Hal ini merupakan “output” dari otak yang memerintahkan penyaluran energi kr otot (aktuator). Program, melalui otak mengintruksikan otot lain dalam koordinasinya untuk menempatkan kotak pada lokasi yang diinginkan, kemudian melepaskannya.

Prinsip Kerja PLC

Prinsip kerja PLC pada prinsipnya sebuah Programmable Logic Controllers (PLC) bekerja dengan menerima data-data dari peralatan input luar atau “Input Device”, seperti yang dijelaskan pada gambar berikut ini.

Prinsip Kerja PLC

Gambar Diagram Blok Prinsip Kerja dari PLC

Peralatan input dapat berupa saklar, sensor, dan peralatan lainnya. Data-data yang masuk melalui peralatan input ini berupa sinyal-sinyal analog. Oleh modul input sinyal-sinyal yang masuk akan diubah menjadi sinyal-sinyal digital. Kemudian, oleh unit pemroses pusat atau “Central Processing Unit” (CPU) yang ada di dalam PLC sinyal-sinyal digital tersebut akan diolah sesuai dengan program-program yang telah ditetapkan di dalam ingatan atau memorinya.

Selanjutnya, CPU akan mengambil keputusan yang akan dipindahkan ke modul output masih dalam bentuk sinyal digital. Oleh modul output sinyal-sinyal ini akan diubah kembali menjadi sinyal-sinyal analog. Sinyal-sinyal analog inilah yang nantinya menggerakkan peralatan output atau “Output Device” yang dapat berupa kontaktor-kontaktor ataupun relay-relay. Output device inilah yang nantinya akan mengoperasikan sistem atau proses yang akan dikontrol.

 

Konfigurasi Sistem PLC

Konfigurasi sistem Programmable Logic Controllers (PLC) tentunya sangat banyak tergantung dari macamnya. Ada beberapa pabrik yang memproduksi PLC dari beberapa negara maju. Siemens misalnya memproduksi Programmable Logic Controllers (PLC) Simatic, Omron dengan sysmac, Asian Brown Boveri (ABB) dengan Procontic dan GE Fanuc Automation dengan PLC merk GE-Fanuc, Modicon, dan lain-lain.

Umumnya Programmable Logic Controllers (PLC) mempunyai bentuk dengan tipe-tipe yang sesuai dengan keperluannya, ada tiga bentuk Programmable Logic Controllers (PLC), yaitu :

1. Bentuk Kompak

Biasanya bentuknya praktis, jalur input dan outputnya berada dalam satu bentuk yang tak dapat diubah-ubah, model ini biasanya mempunyai kapasitas yang kecil.

2. Bentuk Modular

Dibuat dalam bentuk modul-modul yang fungsinya berlainan, model ini biasanya kapasitasnya lebih besar dari bentuk kompak.

3. Bentuk Rak

Banyak dipakai oleh industri-industri besar yang membutuhkan PLC dengan kapasitas yang sangat besar. Dalam satu rak dapat berisi beberapa buah PLC.

Baca juga : Pengertian Programmable Logic Controllers (PLC)

Pekerjaan yang dapat dilakukan PLC

Programmable Logic Controllers (PLC) banyak yang menganggap hanya berfungsi sebagai kontrol ON dan OFF saja, akan tetapi tidak demikian halnya. Beberapa hal yang dapat dikerjakan PLC adalah :

a. Sequent Control

  1. Pengganti relay kontrol logik konvensional.
  2. Pewaktu/pencacah.
  3. Pengganti pengontrol card.
  4. Mesin kontrol auto/semi/manual dari berbagai jenis proses industri.

b. Kontrol Canggih

  1. Operasi aritmatik.
  2. Penanganan informasi.
  3. Kontrol analog (suhu, tekanan, dll).
  4. PID (Proporsional Integral Derivatif).
  5. Fuzzy Logic.
  6. Kontrol motor servo.

c. Kontrol Pengawasan

  1. Proses monitor dan alarm.
  2. Monitor dan diagnose kesalahan
  3. Antarmuka dengan komputer (RS-232C/RS-422).
  4. Antarmuka dengan printer/ASCII.
  5. Jaringan kerja otomatisasi pabrik.
  6. Local Area Network (LAN).
  7. Wide Area Network (WAN).

Keuntungan Penggunaan PLC

Dalam melakukan pemilihan peralatan kontrol di industri ada hal-hal tertentu yang menjadi pertimbangan baik dari sudut teknis maupun dari segi ekonomis. Keuntungan dari pemakaian Programmable Logic Controllers (PLC) dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. Waktu implementasi proyek dapat dipersingkat.
  2. Modifikasi lebih mudah tanpa adanya biaya tambahan.
  3. Biaya proyek dapat dikalkulasi lebih akurat.
  4. Training penguasaan tekniknya lebih cepat.
  5. Perancangan dapat dengan mudah diubah dengan software, perubahan dan penambahan dapat dilakukan pada software.
  6. Aplikasi kontrol  yang luas.
  7. Maintenance yang mudah, indikator input output dengan cepat dan mudah dapat diketahui pada sebuah sistem.
  8. Kehandalan tinggi.
  9. Perangkat Kontroler standar.
  10. Dapat menerima lingkungan industri yang berat.

 

 

 


Gambar Gravatar

Saya adalah seorang engineer sekaligus blogger yang mengisi waktu luang untuk berbagi informasi yang saya ketahui seperti halnya dalam informasi mengenai instalasi-instalasi pada gedung seperti instalasi listrik, AC dan sebagainya. Semoga bermanfaat.

12 thoughts on “Prinsip Kerja PLC

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *