Perakitan Perlengkapan Hubung Bagi dan Komponennya

Diposting pada

Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang perakitan perlengkapan hubung bagi dan komponennya. Dalam artikel kali ini akan meliputi tentang perakitan papan hubung bagi instalasi listrik, memahami tentang komponen-komponen hubung bagi untuk instalasi listrik dan memahami tentang penataan, dan syarat-syarat merakit PHB instalasi listrik.

Apa itu Perlengkapan Hubung Bagi ?

Perakitan Perlengkapan Hubung Bagi dan Komponennya

Perlengkapan Hubung Bagi yang dapat disingkat dengan kata PHB adalah perlengkapan yang berguna untuk membagi tenaga listrik dan mengendalikan ataupun melindungi sirkit serta pemanfaat listrik yang mencangkup sakelar pemutus sirkit, papan hubung bagi tegengan rendah dan sejenisnya.

A. Penataan PHB

  1. PHB harus ditata sedemikian rupa sehingga terlihat rapi dan teratur.
  2. PHB harus ditata dan dipasang sedemikian rupa sehingga pemeliharaannya dan pelayanan mudah dan aman.
  3. Penyambungan pada saluran masuk dan saluran keluar pada PHB diharuskan menggunakan terminal sehingga penyambungannya dengan komponen dapat dilakukan dengan mudah.
  4. Terminal kabel kendali diharuskan ditempatkan terpisah dari terminal saluran daya.

B. Penandaan

Petunjuk yang harus dipasang pada PHB, Untuk memudahkan pelayanan, pemeliharaan dan perbaikan :

1. Pada PHB perlu dipasang tanda pengenal diantaranya :

  • Nomor pengaman (MCB, Sekering)
  • Nomer terminal daya dan kontrolnya.
  • Nomer kode kabel masuk dan keluar
  • Gambar rangkaian di tempel pada pintu panel.

2. Pada PHB warna penghantar / busbar atau rell perlu dibedakan, diantaranya

  • Untuk instalasi arus AC
  1. Fasa 1/L1/R, warna merah
  2. Fasa 2/L2/S, warna kuning
  3. Fasa 3/L3/T, warna hitam
  4. Netral/N, warna biru
  5. Hantaran Pentanahan (PE), warna hijau, kuning.
  • Instalasi pada peralatan listrik
  1. Fasa 1/U/X, warna merah
  2. Fasa 2/V/Y, warna kuning
  3. Fasa 3/W/Z, warna hitam
  • Untuk instalasi arus searah (DC)
  1. Positif/L+, warna tidak ditentukan
  2. Negatif/L-, warna tidak ditentukan
  3. Kawat tengah/M, warna biru

3. Pengumpulan peralatan rangkaian pada PHB yang besar yang mempunyai beban 3 phase dan 1 phase, untuk instalasi daya maupun penerangan. Maka peralatan rangkaian harus dikelompokkan-kelompokkan yaitu :

  • Rangkain daya dikelompokkan dengan rangkaian daya dari MCB terbesar sampai terkecil (pengaman, terminal, beban tiga phase)
  • Beban 1 phase untuk penerangan (pengaman, terminalnya).
  • Rangkaian kontrol (peralatan, terminalnya)
  • Sumber tegangan yang berbeda dipisahkan (terminal input dan outputnya).

4. Pembebanan yang berlebihan

  • Bagian dari perlengkapan hubung bagi (PHB) tidak boleh dibebani secara terus menerus dengan arus, tegangan, frekwensi, yang melebihi kemampuannya.
  • PHB harus tahan terhadap arus hubung singkat yang dapat ditimbulkan didalamnya dengan cara mempertimbangkan kerja dari alat pengaman yang terpasang di depannya . Perhatikan besarnya KA dari pengaman disesuaikan dengan arus hubung singkat rangkaian.

5. Alat ukur dan indikator

Alat ukur beserta indikator yang dipasang pada PHB harus terlihat jelas dan harus ada petunjuk tentang besaran apa yang dapat diukur dan gejala apa yang ditunjukkan.

Alat ukur yang sering dipasang pada PHB adalah :

  • Lampu tanda untuk mengetahui ada tidaknya suplai
  • Volt meter untuk mengetahui besarnya tegangan
  • Ampere meter untuk mengetahui besarnya arus yang mengalir pada PHB kebeban.
  • Frekuensi meter untuk mengukur frekwensi jaringan
  • cos q meter untuk mengetahui beda sudut fase
  • kwh meter untuk mengukur energi listrik yang terpakai.

6. Hantaran Rel/Busbar

  • Rel yang digunakan pada PHB harus terbuat dari tembaga atau logam lain yang merupakan hantaran yang memenuhi persyaratan sebagai penghantar listrik.
  • Penampang rel harus diperhitungkan untuk besar arus yang mengalir dalam rel tersebut.
  • Lapisan yang digunakan untuk memberi warna rel/busbar dan saluran, harus dari jenis yang merupakan tahan terhadap kenaikan suhu yang diperbolehkan.

7. Komponen alat kontrol pada PHB

  • Komponen alat kontrol seperti tombol tekan, sakelar, lampu sinyal, saklar magnet, dan kawat penghubung harus mempunyai kemampuan yang sesuai dengan penggunaanya.
  • Alat seperti tombol tekan, sakelar kontrol dan sakelar pilih harus mempunyai tanda warna sedemikian rupa sehingga operator dipermudah pada waktu pelayanan. Sakelar tombol warna merah untuk off, warna biru /hitam untuk On. Sedangkan lampu tanda, warna merah fase L1, warna kuning fase L2, warna biru fase L3.
  • Pengaman dari sistem kontrol harus terpisah dari pengaman yang lainnya.

8. Terminal dan pemegang kabel

  • Terminal harus terbuat dari bahan tembaga atau logam lain yang memenuhi persyaratan atau standard yang diakui.
  • Pemegang terminal harus terbuat dari bahan isolasi yang kuat, sehingga tidak mudah pecah atau rusak.
  • Kemampuan terminal sekurang-kurangnya harus sama dengan kekuatan/kemampuan sakelar dari rangkaian yang bersangkutan.

Sekian artikel yang berjudul “Perakitan Perlengkapan Hubung Bagi dan Komponennya”, Semoga bermanfaat bagi kalian yang akan merakit PHB.


Gambar Gravatar

Saya adalah seorang engineer sekaligus blogger yang mengisi waktu luang untuk berbagi informasi yang saya ketahui seperti halnya dalam informasi mengenai instalasi-instalasi pada gedung seperti instalasi listrik, AC dan sebagainya. Semoga bermanfaat.

3 thoughts on “Perakitan Perlengkapan Hubung Bagi dan Komponennya

  1. makasih kak, saya jadi lebih tau apa itu phb dan fungsinya juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *