Lingkup Pekerjaan Instalasi Listrik Gedung

Pada artikel kali ini akan membahas tentang lingkup pekerjaan instalasi listrik gedung, suatu pekerjaan instalasi yang berhubungan dengan sistem listrik, yang meliputi ; sumber daya listrik, pendistribusian, kontrol, proteksi hingga kesetiap titik beban. Lingkup pekerjaan instalasi listrik gedung meliputi :

Lingkup Pekerjaan Instalasi Listrik Gedung

Lingkup Pekerjaan Instalasi Listrik Gedung

A. Prinsip Umum

a. Dasar utama agar pekerjaan berhasil mencapai target : mutu, waktu, dan biaya, maka pelaksana lapangan harus menguasai :

  1. Sistem listrik secara menyeluruh
  2. Gambar kerja
  3. Spesifikasi teknis
  4. Petunjuk dan ketentuan pemasangan dari pabrik
  5. Koordinasi dengan pekerja terkait lainnya

b. Memeriksa dan menyiapkan lahan kerja.

c. Menyiapkan tenaga kerja yang terkait.

d. Mengajukan ijin kepada kepala pelaksana atau manager lapangan (site manager), selanjutnya ijin kerja diteruskan pada pihak direksi atau pemberi tugas (Owner), untuk persetujuan.

e. Memperhatikan dan mematuhi standarisasi yang berlaku ; PUIL 2000, SPLN, Dept, TK, IEC, dll.

B. Sistem Listrik

1. Sumber Daya

a. PLN

Daya listrik utama PLN sistem 3 phase 20 kV, 50 Hzz.

b. Pembangkit Sendiri (Genset)

Adalah mesin listrik yang berfungsi untuk mengubah energi mekanik menjadi energi listrik.

Pembangkit sendiri sebagai daya cadangan berkisar antara 40% s/d 60% dari jumlah permintaan daya ke PLN.

Lingkup Kerja Instalasi Genset

  • Pemasangan Genset pada pondasi
  • Pemasangan instalasi saluran pembuangan udara radiator (exhaust duct radiator)
  • Pemasangan rangkaian peredam suara (sound attenator)
  • Instalasi pipa BBM
  • Pemasangan tangki bulanan (storage tank) serta tangki harian (daily tank)
  • Pemasangan pompa bahan bakar
  • Instalasi kabel daya dan kontrol dari terminal generator ke panel generator
  • Pemasangan panel kontrol generator
  • Pemasangan peredam suara ruang genset (sound proof)

2. Sistem Tegangan

Tegangan menengah 3 phase, 20 kV, 50 Hz harus diturunkan dengan trafo step down menjadi tegangan rendah 3 phase 400/230 V, 50 Hz.

C. Trafo

Trafo adalah peralatan listrik yang memiliki fungsi untuk menyalurkan energi dari sisi primer ke sisi sekunder, atau sebaliknya.

Trafo yang banyak digunakan pada bangunan tinggi adalah trafo dengan media isolasi dan pendingin dari minyak, karena harganya lebih murah dibanding dry transformator atau trafo kering.


1. Klarifikasi Trafo

Trafo dapat diklarifikasikan menurut :

a. Lokasi Pemasangan
  • Dalam ruangan (indoor)
  • Luar ruangan (outdoor)
b. Pendinginan
c. Fungsi/pemakaian
  • Trafo mesin (stavol)
  • Trafo gardu
  • Trafo distribusi
  • Trafo daya

2. Cara Kerja dan Fungsi Bagian Trafo

a. Bagian utama
  • Inti besi
  • Kumparan trafo
  • Minyak trafo
  • Tangki dan konservator
  • Bushing
b. Peralatan bantu
  • Pendingin : Untuk mendinginkan trafo akibat rugi-rugi besi dan tembaga.
  • Tap changer (perubahan tap) : Untuk mendapatkan tegangan operasi yang diinginkan.
  • Alat pernafasan : Untuk mengantisipasi perubahan muai minyak akibat pemanasan.
c. Peralatan Proteksi
  • Rele Buchholz

Alat untuk mendeteksi dan juga mengamankan terhadap gangguan di dalam trafo yang menimbulkan gas.

  • Pengaman tekanan lebih (explosive membran) :

Akibat kenaikan tekanan gas yang timbul di dalam tangki.

  • Rele tekanan lebih (sudden presure relay)

Rele yang bekerja akibat tekanan yang tiba-tiba.

  • Rele diffrensial :

Mengamankan trafo akibat flash over antara kumparan dengan kumparan, kumparan dengan tangki.

  • Rele arus lebih

Mengamankan trafo dari arus lebih akibat beban lebih atau hubungan singkat.

  • Rele tangki tanah

Pengaman trafo akibat hubung singkat antara bagian bertegangan dengan tak bertegangan.

  • Rele hubung tanah :

Mengamankan trafo akibat gangguan satu phase ke tanah.

  • Rele termis :

Mengamankan trafo dari kerusakan isolasi kumparan akibat panas oleh arus lebih.

D. Panel

a. Panel Tegangan Menengah (PTM)

Untuk bangunan tinggi bekerja pada tegangan 20 kV, 50 Hz. Terbagi dalam beberapa lemari.

b. Panel Utama Tegangan Rendah (PUTR)

Bekerja pada tegangan 220/380 V, dan berisi al ; AMF, capasitor bank, breaker, alat ukur.

c. Panel Distribusi (PDS)

Berisikan breaker untuk proteksi dan alat ukur.

d. Panel Penerangan (PP)

Berisikan breaker untuk proteksi seluruh kabel yang keluar dari PP.

E. Kabel

a. Kabel Tegangan Menegah

  • Antara gardu PLN dengan PTM, biasa menggunakan N2XSEFGby – 12/20 kV, 3 core.
  • Antara PTM dengan trafo, biasa menggunakan kabel N2XSY-12/20 kV single corex3

b. Kabel Tegangan Rendah

  • NYY-0,6/1 kV, digunakan dari trafo ke PUTR dan seterusnya hingga titik beban.
  • NYFGby-06/1 kV, untuk instalasi yang langsung berhubungan dengan tanah.
  • NYM-500V, hanya untuk instalasi penerangan.

F. Penghantar Pengaman

Biasa menggunakan kawat tembaga telanjang atau BC. Pengaman pentanahan bertujuan sebagai tindakan pengaman terhadap tegangan sentuh.

G. Pembumian (Grounding)

Dilakukan pada :

a. Titik netral sistem listrik pada generator maupun transformator.

b. Bagian konduktif terbuka perlengkapan (peralatan listrik) dan isolasi listrik jenis pembumian.

c. Elektroda pita, jenis ini ditanam dangkal.

d. Elektroda batang, dari pipa besi, baja profil atau batang logam lainnya, yang dipancang dalam tanah.

e. Elektroda plat, pada umumnya elektroda ini ditanam secara dalam.

Sekian artikel yang berjudul “Lingkup Pekerjaan Instalasi Listrik Gedung”, semoga bermanfaat.

 


About

Saya adalah seorang engineer sekaligus blogger yang mengisi waktu luang untuk berbagi informasi yang saya ketahui seperti halnya dalam informasi mengenai instalasi-instalasi pada gedung seperti instalasi listrik, AC dan sebagainya. Semoga bermanfaat.

View all posts by
  • Muhammad Rizqi Az Zayyad

    Nice artikel gan…

  • Adi Willst Bisa

    Kalau soal listrik sih emang bener2 yang paham aja. soalnya kalau gak ya bisa kesetrum hehe

  • the vasili style

    pasti kalo urusan listrik gedung lebih sulit haha