Fungsi Alat-alat Listrik pada Lemari Es

Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan alat-alat listrik apa saja yang terdapat pada lemari es beserta dengan fungsinya. Alat-alat listrik pada lemari es ini juga ada berbagai macam. Alat listrik ini saling terhubung dengan kabel sehingga dapat saling terhubung dan melepas hubungannya secara otomatis. Dari hubungan kabel dan kerja alat listrik tersebut, kompresor dapat dijalankan dan dihentikan. Suhu di dalam lemari es juga dapat di atur batasan-batasanya dengan cara kerja overload dan thermostat yang akan membuka kontaknya apabila suhunya melebihi batas suhu yang telah diatur. Dengan alat-alat listrik pada lemari es ini juga dapat mengatur pintu lemari es apabila pintu dibuka, maka lampu akan otomatis menyala, sedangkan fan motor akan berhenti bekerja.

Fungsi Alat-alat Listrik pada Lemari Es

Wiring Diagram Lemari Es yang Sederhana

Keterangan Gambar :

  1. Sakelar lampu
  2. Lampu
  3. Pengatur suhu
  4. Relai magnetik
  5. Kompresor
  6. Overload

Fungsi Alat-alat Listrik pada Lemari Es

Pada waktu kontak pengatur suhu dan overload dalam keadaan berhubungan, jika steker terhubung dengan stop kontak, maka arus listrik dari L1 akan mengalir menuju/melalui pengatur suhu ke terminal L dari relay. Relay magnetik (Current Relay) adalah suatu alat listrik yang mempunyai sistem kerja berdasarkan magnet yang dibangkitkan oleh kumparannya sendiri. Yang berguna untuk mengatur motor listrik pada waktu mula-mula start. Arus listrik dari terminal L (Line) melalui kumparan relay keluar dari terminal M (Main). Dari sini arus listrik mengalir ke terminal R (Run) kompresor.

Kompresor mempunyai motor listrik sebagai tenaga penggerak. Motor listrik mempunyai dua macam kumparan, yaitu kumparan utama dan kumparan pembantu. Kompresor lemari es juga mempunyai tiga buah buah terminal C, S, dan R, sama dengan kompresor AC split yang juga mempunyai tiga buah buah terminal C, S, dan R. Arus listrik masuk dari terminal R melalui kumparan utama lalu keluar dari terminal C (Common). Setelah itu arus listrik mengalir melalui overload dan kembali ke L2 dan steker.

Pengaman motor (Overload motor protector)

Pengaman motor (Overload motor protector) fungsinya adalah sebagai sekering otomatis yang bekerja dipengaruhi oleh besarnya arus listrik yang mengalir dan juga panas dari kompresor dan motor listrik.


Pada waktu arus listrik mengalir di dalam kompresor dari terminal R ke terminal C, arus tersebut melalui kumparan utama motor listrik. Kutub-kutub kumparan utama menjadi magnet dan memberikan daya gerak putar pada rotor. Daya gerak putar tersebut masih lemah sehingga rotor masih belum dapat berputar. Pada saat tersebut juga kumparan relay magnetik juga dialiri arus yang besar, sehingga pada relay tersebut dapat terjadi magnet yang kuat. Magnet tersebut menjadi cukup kuat untuk menggerakkan intinya, sehingga batang kontak yang dapat bergerak dari relay didorong keatas. Kontak L dan S dari relay dihubungkan, sehingga dapat dialiri arus listrik.

Dengan demikian arus listrik dari terminal L relay dapat melalui kontak-kontak yang sedang berhubungan, mengalir ke terminal S relay lalu keterminal S (Start) dari kompresor. Melalui kumparan pembantu keluar dari terminal C kompresor, lalu ke overload dan kembali ke L2. Kumparan pembantu yang dialiri arus listrik dapat menjadi magnet dan memberikan tambahan daya gerak putar mula kepada rotor. Dengan adanya daya gerak putar dari kumparan utama dan ditambah oleh daya gerak putar mula dari kumparan pembantu, maka magnet pada stator menjadi cukup kuat untuk memutar rotor.

Dalam 2-3 detik, setelah rotor hampir mencapai putaran penuh, arus listrik yang mengalir melalui kumparan utama menjadi berkurang. Magnet pada relay menjadi lemah dan inti magnet karena beratnya sendiri jatuh ke bawah. Kontak L dan S dari relay terbuka hubungannya, sehingga kumparan pembantu tidak mendapat arus listrik lagi. Jadi fungsi relay dan kumparan pembantu adalah untuk membantu start motor listrik. Setelah motor mencapai putaran penuh, keduanya tidak berfungsi lagi.

Sekarang arus listrik hanya melalui kumparan utama saja, tetapi daya gerak putaranya masih cukup kuat untuk memutar rotor yang sedang berputar sampai mencapai putaran penuh. Kompresor terus bekerja mendinginkan lemari es. Setelah suhu di dalam lemari es menjadi dingin, kontak pada pengatur suhu membuka dan motor berhenti.

Pengatur suhu (Thermostat)

Pengatur suhu (Thermostat) ditempatkan di dalam lemari es. Selain itu juga terdapat tombol yang dapat diputar untuk mengatur batas-batas suhu di dalam lemari es. Setelah suhu di dalam lemari es menjadi dingin, maka kontak pengatur suhu akan membuka sehingga kompresor tidak mendapatkan arus listrik lalu menbuat kompresor berhenti. Beberapa saat kemudian jika suhu didalam lemari es menjadi panas maka kontak pengatur suhu berhubungan lagi. Arus listrik dari stop kontak mengalir melalui kumparan relay dan kumparan utama motor listrik. Setelah kumparan pembantu mendapat arus listrik, barulah rotor dapat berputar seperti semula.

Sakelar lampu (Light switch atau Door Switch)

Sakelar lampu (Light switch atau Door Switch) adalah tombol yang apabila di tekan maka dapat melepas kontak listrik di dalamnya. Dalam keadaan normal, kontaknya berhubungan. Ini mempengaruhi jika pintu lemari es dibuka maka tombolnya akan menonjol keluar sehingga kontak didalam sakelar berhubungan dan lampu menyala. Jika pintu di tutup lampu akan padam.

Sekian artikel ini yang berjudul “Fungsi Alat-alat Listrik pada Lemari Es”, semoga bermanfaat.

 

 

 


About

Saya adalah seorang engineer sekaligus blogger yang mengisi waktu luang untuk berbagi informasi yang saya ketahui seperti halnya dalam informasi mengenai instalasi-instalasi pada gedung seperti instalasi listrik, AC dan sebagainya. Semoga bermanfaat.

View all posts by
  • Andira Putra RezpectØrz

    Sip gan , baru tau juga ane 😀