Aplikasi Penerapan Sistem Konverter atau Konversi Daya

Pada artikel ini akan dijelaskan beberapa aplikasi penerapan sistem konverter atau konversi daya dari tipe penyearah, inverter, konverter DC ke DC (DC Choper), dan juga konverter AC ke AC. Pada artikel sebelumnya juga sudah dijelaskan tentang Macam-macam Tipe Sistem Konverter atau Konversi Daya.

Aplikasi Penerapan Sistem Konverter atau Konversi Daya

Nah untuk kali ini akan menjelaskan aplikasi penerapan dari macam-macam tipe sistem konverter tersebut. Berikut adalah beberapa aplikasi penerapan dari sistem konverter.

Aplikasi Penerapan Sistem Konverter atau Konversi Daya :

1. Penyearah

Aplikasi dari rectifier terkontrol meliputi :

a. Sistem kontrol kecepatan motor DC, banyak dipakai pada pabrik baja dan pabrik kertas.

b. Proses-proses elektrokimia dan elektro metalogi.

c. Supply-supply daya magnet.

d. Konverter-konverter pada akhir masukkan jalur-jalur transmisi DC.

e. Peralatan mesin tangan portabel.


Seperti halnya pada pengontrol-pengontrol tegangan AC, rectifier-rectifier terkontrol dapat dipergunakan pada sistem-sistem kontrol loop tertutup, dimana fungsinya adalah sebagai amplifier operasional berdaya tinggi dimana sudut pada saat thyristor dinyalakan, diubah-ubah sesuai dengan sinyal error.

2. Inverter

Penerapan Inverter harus mampu mengontrol tegangan keluaran dan frekuensi keluaran. Kebutuhan akan tegangan keluaran terkontrol ini bisa terjadi tidak dalam kaitannya dengan usaha untuk mengatasi regulasi pada peralatan AC ataupun guna menjaga adanya fluks yang konstan pada pengendali motor AC  pada kecepatan variabel dengan cara mengubah-ubah frekuensi suplainya.

Peranan dari inverter ini meliputi :

a. Suplai-suplai daya stand by.

b. Suplai-suplai daya tak terputus untuk komputer.

c. Pengendalian motor AC kecepatan variabel.

d. Suplai-suplai daya pesawat terbang.

e. Pemanasan induksi.

f. Keluaran dari jalur transmisi DC.

3. Konverter DC ke DC

Konverter DC ke DC dibutuhkan dalam penggerak-pengerak DC kecepatan variable, yang dimana konverter DC/DC akan mengurangi pemborosan daya dalam bentuk panas yang dihasilkan saat starting, atau pada tahanan kontrol, atau saat karakteristik kerja yang diberikan oleh metode pengontrolan tersebut tidak memuaskan.

Saat ini, pemakaian konverter DC ke DC (chopper) digunakan pada DC transfortasi drive.

4. Konverter AC ke AC

Penerapan konverter AC ke AC meliputi :

a. Pemanasan induksi dari logam.

b. Pengontrolan cahaya.

c. Kontrol transformator primer untuk proses-proses elektrokimia.

d. Tarnsformator perubah tap.

e. Pengontrolan kecepatan untuk motor induksi bagi pompa dan fan (kipas). Penerapan dari cyclo-converter (konverter frekuensi) meliputi pengendalian motor AC kecepatan variabel berdaya tinggi dimana dibutuhkan kecepatan yang rendah.

 

 

 

 

 


About

Saya adalah seorang engineer sekaligus blogger yang mengisi waktu luang untuk berbagi informasi yang saya ketahui seperti halnya dalam informasi mengenai instalasi-instalasi pada gedung seperti instalasi listrik, AC dan sebagainya. Semoga bermanfaat.

View all posts by
  • Muhammad Rizqi Az Zayyad

    Nice artikel gan, nambah ilmu…

  • Dinsyam Ibrahim

    Sangat bermanfaat gan, trims infonya